Memilih untuk Sendiri

mol_illust2

sumber ; ehloo

Yeah ga kerasa memasuki usia 26 tahun. Usia yang banyak dibilang sebagai usia keramat bagi kehidupan seseorang. Kamu sudah bukan anak kecil lagi, bukan abg lagi yang bisa berbuat banyak banget hal untuk menuntunmu mencari jati diri. Di umur 26, kematangan kamu menuju kedewasaan sungguh mulai diuji.

Memasuki 26 tahun, kamu sudah tidak terlalu memikirkan have fun memiliki pasangan. Apalagi bagi seorang cewek, sudah bukan waktunya hanya sekedar memiliki status pacar dan bersenang-senang tiap malam minggu datang. Kamu bukan sekedar mencari pasangan, tetapi mencari teman untuk seumur hidup.

Karena tuntutanmu yang semakin banyak mempertemukan dengan orang-orang cukup penting terkait pekerjaan, di umur 26 kamu juga akan lebih memperhatikan penampilan. Meski bukan berarti risih membeli pakaian yang murah, tetapi memiliki satu dua pasang pakaian yang nyaman dan sesuai menjadi hal yang cukup penting.

Hidup itu kan punya banyak fase untuk kita jalani.Ada fase yang memang bias dinikmati sendirian, karena tidak biasa dilalui dengan orang yang tidak tepat.Ada pula fase hidup yang memang Cuma bisa dinikmati bukan sendirian.Analoginya kayak ilalang, meskipun dia tidak indah kalo dia berdiri sendiri, dia akan lebih tidak indah kalo dia berdiri ramai-ramai dengan lidi

Dan saat ini, aku lagi jadi ilalang aku sedang tumbuh sendiri, di sekitar aku ga ada ilalang lain yang bisa diajak untuk tumbuh bersama. Jadi, buat apa aku maksa untuk berdiri dengan lidi hanya agar terlihat tidak sendiri? Hasilnya tidak akan indah, kan?

Jadi disini aku akan membagi tips apa saja yang mulai berubah saat umur kita memasuki 26 tahun ?

  1. Mulai lebih realistis dalam hidup

IMG_20140216_155340

Ketika  berada di umur 26 tahun dan kamu belum mencapai apa yang kamu impikan saat masih labil dulu, kini kamu mulai berpikir dan menghadapi realitas. Bahwa tidak semua hal yang kamu inginkan bisa terwujud sesuai harapan. Kamu mulai rela menjalani kehidupanmu sebagai seorang dengan pekerjaan yang mungkin belum sesuai impian. Karena di umur ini rasanya sudah tak mungkin masih meminta dari orang tua.

Meski begitu, impianmu untuk menjadi seseorang seperti yang kamu bayangkan di masa lalu akan tetap ada dalam hati. Entah, akan kamu wujudkan perlahan-lahan, atau menguap bersama kesibukan di kehidupan nyata.

2. Tak terlalu peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang kamu

DCIM101MEDIA

Khawatir terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang kita, adalah hal wajar yang mungkin pernah dirasakan semua orang. Kita mungkin sering stress karena merasa dihakimi atau dikiritik oleh lingkungan. Tetapi terlalu mempedulikan apa yang orang lain pikirkan atau katakan tentang kita ternyata tak banyak membantu menggapi impian. Bahkan, sangat mengganggu dan menambah beban pikiran sehari-hari.

Percaya dengan diri sendiri, adalah hal pertama dan utama yang harus dipegang untuk menapaki tangga selanjutnya.

 

3.  Tak lagi menyalahkan orang tua jika terjadi sesuatu dengan hidupmu

bligum

Dulu saat Sekolah , sesuatu yang buruk terjadi di hidupmu mungkin akan banyak peran orang tua yang kamu salahkan. Entah cara mendidik mereka, pertengkaran mereka yang membuatmu muak berada di rumah, atau segala hal yang kita ada-adakan untuk menutupi tanggung jawab kita sendiri dan melemparkannya kepada orang tua.

Tetapi memasuki umur 26 tahun, kamu sadar bahwa hidupmu adalah tanggung jawabmu. Orang tuamu berperan mengantarkanmu, tetapi mereka tidak patut disalahkan atas apa yang terjadi dalam hidupmu sekarang dan kemudian. Kamu mulai dewasa.

 

4.  Kamu bukanlah gagal

IMG_20140624_205926

Berani menanggung risiko dan konsekuensi yang kamu jalani, dan semakin mantap untuk terus berusaha. Tidak semua keberhasilan bisa diraih dengan cara yang instant, atau sesuai timeline yang pernah kita tuliskan di sebuah kertas.

Jadi kalau kalian punya cerita tentang masalah tentang beberapa hal saat kita memasuki umur 26 tahun bagi cerita dikolom coment dong ~

Setelah beberapa jam merenung ternyata capek juga aku ngomong bener ?

 

Tentang Kehilangan

Yah udah lama banget aku udah ga menulis, seperti kehilangan arah untuk menulis kembali, entah beberapa faktor yang mulai datang satu persatu permasalahan hidup, akhirnya biar ga dibilang bloger murtat malem ini akhirnya aku bisa ngepost sebuah tulisan tentang kehilangan. Yap sebelum lebih lanjut baca tulisan baber dari aku siapin earphone dulu ya, sambil minum teh hangat untuk mendengarkan lagu ini,…….

Mengecap kepahitan pada tiap hela napas, memahami rekaman kebisuan dalam diri tak pernah sesederhana permintaan maaf seorang bocah yang tertangkap basah mencuri roti. Tak penting seberapa damai keadaan atau pun sesahih apapun tingginya pengharapan apabila banyak doa yang mengendap pada sisa ingatan yang konon menumpuk pada leher langit demi mengantri pengabulan.

Malam semakin hingar dengan suara kesunyian. Bunyi kaki jangkrik yang bergesek bersatu padu dengan keheningan. Wajah kusam, rambut berantakan, mata yang melotot bak burung hantu yang lelah terjaga, sebotol bir hitam, serta udara dingin yang lebih tajam dari pisau pembelah daging seakan belum cukup menujukkan ketersiksaan pikiran yang kalut.

Kenangan seolah algojo bengis yang menghakimi kepalamu. Desau peluh di pori-pori kulit rindu enggan lagi merengek seperti bayi kecil yang ingin merayakan air susu ibu mengingat ancamannya. Jantungku mengabaikan panggilan lelah seluruh nadi atas kehilangan yang terpaksa kuterima meskipun logika menyangkal hati yang bersikukuh mempertahankan idealismenya bahwa kau masih ada.

Pada mulanya kita tak lebih dari seorang pendongeng yang terlalu percaya keajaiban kata semoga. Tetapi sorot matamu selalu menyiratkan arah keganjilan mengenai cerita yang sembunyi-sembunyi kau tunjukkan ketika terlelap. Lewat mimpi kau mengajarkanku menjahit kebahagiaan tanpa takut ada benang kesedihan yang tak sengaja terikat. Lewat mimpi juga kau menceritakan tentang kisah lubang jalan yang meresapi tiap bulir hujan yang menciptakan genang sehingga kita dapat bercermin lewat sisi yang lain.

Demi menyelamatkan alur kehidupan yang hampir punah, kau obati lukamu dengan kebersamaan kita. Nyatanya, kau lihai berbohong pada janji yang sudah berteriak kegirangan suatu hari akan ditepati. Kau malah memilih mendidihkan darah seluruh tubuhmu, kemudian pergi tanpa sedikit pun meninggalkan pesan agar aku bangkit lagi dari keniscayaan.

Persetan dengan kehidupan, katamu. Itu kalimat umpatan yang terakhir kali kudengar dari bibir tipismu yang berwarna merah lebam karena tak henti-hentinya mengecup kekosongan.

Kini, aku berdiri dengan kedua lengan menjaga kepalaku agar tetap tegak tanpa harapan di trotoar jalan. Menatap bayanganmu yang sedang melambaikan tangan untuk menyapaku di bawah lampu penerang. Kau tak tau di dalam pikiranku sudah ada kenangan yang sedang duduk bersila dengan senyum terbaiknya. Dia siap membunuhku dari dalam kapan saja hanya dengan menghunuskan pedangnya jika aku menunjukkan gerak-gerik menjudikan sesuatu di dalam keikhlasan.

Inilah yang aku maksud tentang kehilangan.

Perihal Pengganti

DCIM101MEDIA

sumber foto : Pantai slili

Sesuatu yang telah berakhir, seharusnya memanglah berakhir. Tanpa ada satu hal pun yang masih tertinggal atau berbekas. Dan setelah itu kita memulai lembaran baru. Tetapi sayangnya tidak sesederhana itu, setiap manusia memiliki ingatan yang menyimpan kenangan, membuat manusia itu sendiri menjadi pengingat yang baik perihal momen yang pernah dilewati bersama.

Di antara ratusan juta manusia yang tinggal di bumi ini, ada yang datang dan pergi di dalam kehidupan. Di antaranya ada juga yang menetap hingga saat kamu membaca tulisan ini. Orang yang datang mengisi kehidupan sedikit banyak memberikan perubahan di dalam diri dan dunia kita. Orang yang pergi pun sedikit banyak memberikan kenangan yang kita ingat di dalam kepala.

Ya, orang yang pergi selalu meninggalkan kenangan. Suara, canda, tawa, tangis, senyum, pengalaman, dan hal apapun yang membekas di ingatan.

Sebagian orang masih mengingat dan menikmati kenangan tentang seseorang yang dicintainya. Kadang kenangan yang membangkitkan luka, yang berisiko menyakiti hati. Sama halnya seperti memutar sebatang rokok di antara jemari dan telapak tangan. Kamu tau betul akan terluka jika ujung rokok yang menyala terkena kulit, tapi kamu tetap melakukannya. Mungkin seperti itulah analogi ketika menikmati kenangan.

Ketika seseorang yang kamu cintai pergi dalam keadaan masih sangat mencintainya, apa yang akan kamu lakukan? Beranjak dan merelakannya? Atau pasrah terjembab dalam kubangan masa lalu? Atau…, mencari seorang ‘pengganti’?

Seorang yang baru untuk menggantikan posisinya di hatimu. Seorang yang kamu butuhkan untuk mengobati luka patah hati. Seorang pengganti yang dapat kau cintai.

Berbicara perihal pengganti, secara sadar atau tidak, sebetulnya kamu hanya menukar posisinya dengan dia yang telah pergi.

Dan taukah kamu bahwa itu sebuah hal yang keliru?

Takkan ada pengganti untuk dia yang telah pergi, takkan ada. Sebab dia hanya satu dan satu-satunya di dunia ini. Dia spesial dan memiliki tempat yang istimewa di hatimu, karenanya kamu mencintainya dengan sangat sampai sulit dan bahkan tidak bisa merelakannya.

Menjadikan dia yang baru sebagai pengganti sama saja kamu menganggapnya sebagai alat yang berfungsi membahagiakanmu dan sebagai pelampiasan. Kamu tidak benar-benar mencintainya, karena perasaanmu masih yang lama. Cinta terhadap orang yang telah pergi. Dengan begitu kamu menipu hati.

Bukankah itu egois? Karena kamu hanya memikirkan dirimu sendiri? Bukankah itu bentuk ketidakmampuanmu dalam menerima kenyataan bahwa dia yang lama telah pergi? Sehingga kamu menggunakan dia yang baru sebagai pengganti.

Dia yang baru adalah seorang yang sepantasnya kamu cintai dengan hati dan perasaan yang baru, yang tanpa sedikit pun tertempel hal dari masa lalu. Seperti selembar kertas putih yang masih kosong. Kamu dan dia menulis cerita baru tanpa mengingat lagi hal-hal yang sudah berlalu.

Ingatlah, dia yang baru bukanlah pengganti, dia punya peran dan porsinya sendiri mengisi kehidupanmu. Lebih baik atau lebih buruk pun takkan sama, meskipun ada kemiripan dengan dia yang lama.

Menjadikan dia yang baru sebagai pengganti sama saja menyakiti dirimu sendiri dan tentu menyakitinya, sampai suatu hari kamu menyadari bahwa yang telah kamu lakukan adalah sebuah kesalahan atas egomu. Sampai suatu hari dia akhirnya menyadari bahwa kamu tidak benar-benar mencintainya.

Dia yang baru bukanlah pengganti, sebab dia mencintai dirimu dan yang menemanimu membangun masa depan.

Tak ada yang bisa terjadi kalo semua yang terjadi bisa dilakukan, pada dasarnya kita adalah manusia yang membutuhkan kenangan.

Tak ada yang bisa yang dijadikan bahwa kita hanya menghadirkan sebuah kenangan, iya kenangnan selalu menghadirkan kita selalu pengganti ketika hujan tidak perpelangi.

Kau tau kau dan aku hanyalah sebuah manipulasi dalam hidup ini,

Selamat Tinggal Cantik

Keterbatasan daya tahan tubuh membuatku pasrah merupa robot bernyawa yang menikmati tiap detik di rumah sepanjang hari. Rutinitasku hanya bangun pagi, sarapan, membaca buku-buku John Green, Ernest Hemingway, Franz Kafka, atau Haruki Murakami, yang entah sudah berapa puluh kali kuulang, menonton televisi, dan tidur,

Entah kenapa malam ini rindu sedang bangsat-bangsatnya. Kau tau? Tiba-tiba saja mereka datang tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku hanya diam, lalu menyalakan sebatang rokok dengan harapan asap yang khidmat kuembuskan dapat membunuh mereka saat sedang mencegat pita suaraku yang hendak mengucap namamu saat tertahan di kerongkongan.

Kau ingat saat ciuman-ciuman singkat yang kucuri dari bibirmu sembunyi-sembunyi

Kau ingat pelukan erat yang sesekali kau minta kendurkan dan kau menjelaskan dengan senyum manis bahwa kau takkan pergi ke mana-mana?

Kau ingat genggaman tangan yang tak ingin kau lepaskan malam itu, lalu kau berkata, “Sejauh apapun kita terpisah, kita tetap berada di bawah langit yang sama.”

Kau ingat ketika kau memejam, memberi tanda bahwa keningmu yang lugu ingin didaratkan sebuah kecupan lembut, lalu kau malah cemberut melihatku yang tertidur pulas di dadamu?

Kau ingat ketika kamu baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah semringah, kemudian dengan gerakan mata yang teduh, kau memintaku menggelar sejadah untuk segera mengucap kata semoga dan amin dalam satu irama.

Apakah rindumu mengingat hal yang sama?

Semoga rindu ini selalu aku titipkan untuk pertemuan kita selanjutnya, selamat tinggal cantik semoga rinduku selalu kau kenang..

 

 

Tentang aku kepadamu

180703_1715608264260_1659831280_1559420_952729_n

Siur angin malam ramah menyapa rambut kamu yang sudah kamu potong sebelumnya tahun lalu, kamu yang sedari tadi duduk di sofa teras rumahnya. Suara hujan mulai terdengar sahut menyahut dari balik pepohonan. Mata cantik kamu memandang lurus gelapnya langit yang tak berbintang, tetapi sesekali ia menengok ponselnya yang tergeletak diam pada meja kaca di depannya dengan tatapan kosong. Kamu yang sedng menggosok kedua telapak tangannya sambil menggigil kedinginan. Sudah dua jam yang lalu ia berada di situ tanpa melakukan hal lain.

Dalam diam yang baik, ada seorang yang tersenyum getir menahan debar jantungnya agar tidak gegabah, sebab rindu memporak porandakan harinya yang seharusnya berlangsung menyenangkan. Ia berharap waktu berjalan cepat, kecuali saat menggenggam tanganmu.

Dalam diam yang baik, ada seseorang yang menjaga irama langkahnya agar tak menyerah memahamimu, memperbaikimu, dan menguatkanmu sambil berharap tak pernah dihampiri keinginan untuk menyerah.

Dalam diam yang baik, ada seseorang yang tak kenal lelah memantaskan diri agar kau tak malu bersanding di sampingnya, pula supaya kedua orang tuamu percaya menitipkan hidupmu dengannya. Pagi hingga sore hari ia habiskan untuk mencari alat tukar kebutuhan. Malamnya telah ia tetapkan untuk menghadap Tuhan.

Dalam diam yang baik, ada seseorang yang bersahabat baik sejadah. Ia duduk tenang dan menyerahkan apa yang ia tidak punya, memintal doa beserta amin dalam luruh air matanya yang luhur hingga subuh tiba

Sebut saja aku egois, karena tidak ingin kau dicintai siapa-siapa selain aku dan Tuhan.

Sebut saja aku pecundang, karena selalu takut kau hilang ditelan perpisahan.

Sebut saja aku pembohong, sebab aku terlalu lugu menertawai ingkar dan dusta dalam permainan kata baik-baik saja.

Ini, tentang aku terhadapmu, mungkin kau menyepelekannya. Terserah saja.

Kedua mata ini selalu memperhatikan gerak-gerikmu bahkan lebih tajam dari guratan waktu.

Kedua telinga ini selalu lebih setia menjadi pendengar daripada mereka yang seolah menjadi yang peduli atas keluh kesahmu.

Kedua tangan ini selalu mengenggammu lebih erat agar kau aman ibumu mulai menanak cemas.

Kedua kaki ini selalu tak segan duduk bersila di atas sejadah dan melangkah agar tubuhmu tiba dengan selamat pada tujuanmu.

Dada ini jauh lebih hangat dari mantel mahal yang bahkan nyalinya terlalu takut tergores udara dingin.

Satu bibir ini bahkan lebih semangat dari jarum jam yang melaju menentukan arah takdir yang kapan saja mengancammu, sebab ia tak kenal lelah merapal doa untuk senyum termanismu, dan melahirkan tenang di atas keningmu.

Dan, air mata ini selalu menjadi wali semua amin untuk angan dan ingin yang kau harapkan terwujud.

 

Hubungan Beda Agama

Screenshot_2015-12-25-07-41-43

Sumber gambar : IG rajaparodi

Dulu aku percaya tasbih dan salib dapat menyatu, dulu. Sebelum kau memilih pergi dengan yang lain

Seorang perempuan menundukkan kepalanya sambil menggenggam erat tasbih di antara kedua telapak tangannya. Dia terlihat sangat khusyuk berdoa di dalam hati pada sebuah mushola kantor,

di antara mukena mukena yag telah dipakai darinya. Sinar matahari pagi perlahan menembus kaca jendela mushola itu hingga menyentuh lantai. Suasana hening menyelimuti perempuan itu.

Udara di sekitarnya menjadi saksi bisu doa-doa yang diucapkan mempertaruhkan harapan terakhirnya.

Tuhan, kumohon persatukan kami hidup dan mati. Aku sungguh mencintainya. Aku mulai lelah. Permudahkanlah

ucap perempuan itu tanpa suara. Bulir-bulir air matanya mulai merebak dari ekor matanya, menjulur turun ke pipinya dan jatuh tepat pada tasbih yang dia genggam.

Wajah cantiknya tampak lelah berharap. Bibirnya bergetar mengais ketabahannya yang kian menipis,

Sementara itu, di suatu tempat yang berbeda di waktu yang sama.

Di sebuah gereja bercahaya temaram, seorang pria baru saja menyelesaikan ibadah sore di gereja tua yang ada di yogyakarta.

Kedua telapak tangannya menggenggam berdoa seraya berpasrah untuk menyebutkan nama perempuan itu yang selalu di sebut dalam doa.

“Ya Tuhan, jika dia memang jodohku, jodohkanlah kami. Aku mohon, kami sudah berjuang sejauh ini, kabulkan doa untuk kali ini . Amin…,” ucap pria itu sungguh-sungguh.

Bibirnya mengatup, hatinya bersuara melafalkan doa-doa yang dia hapal di luar kepala. Di atas bangku bangku gereja tua ini, pria itu memasrahkan nasib hubungannya .

Di dalam doanya pikirannya menerawang jauh pada ingatan pahit beberapa waktu lalu.

Mungkin Semua karena perbedaan keyakinan yang menjadi garis penghalang hubungan Pria dan wanita itu. Memang, hubungan yang berbeda agama itu tidak pernah mudah. Tidak pula banyak yang berhasil.

Ada yang berhenti saat baru saja dimulai, ada juga yang berhenti saat di tengah

Juga ada yang berakhir di ujung jalan. Dan perhentian di ujung jalan ini yang paling ditakutkan oleh wanita dan pria ini. Karena, baik dari orang tua masih berdebat tentang agama, tidak ada yang memberi restu hingga detik ini.

Jodoh memang di tangan Tuhan, tetapi bagaimana bila dalam nama Tuhan yang berbeda? Hubungan yang terjalin dalam perbedaan agama seperti halnya sebuah benih pohon yang ditanam dalam tabung kaca. Benih itu akan tumbuh subur perlahan-lahan disiram dan dirawat oleh harapan sepasang kekasih yang saling mencintai.

Seiring berjalannya waktu dan cinta yang diperjuangkan, pohon itu akan meninggi dan berdaun rimbun. Namun semakin tinggi dan rimbun pohon itu, suatu hari akan menyesaki tabung kaca tempatnya tumbuh. Pada akhirnya saat tabung kaca sudah lagi tidak kuat menahan pertumbuhan pohon,

tabung kaca itu retak dan pecah berkeping-keping. Dan tabung kaca itu adalah sepasang kekasih yang selama ini memperjuangkan cintanya dalam perbedaan nama Tuhan, yang akhirnya hancur dan berakhir.

Cinta bukanlah sesuatu yang dapat dirangkai dengan mudah sendirian. Tentunya cinta yang hebat tercipta oleh dua orang yang sama-sama berjuang. Bukan yang satu compang-camping bertahan, yang satunya hanya acuh dan duduk diam. ,

Hubungan yang terlihat baik-baik saja justru banyak permasalahan yang kasat mata. Hanya saja dua orang yang berada di dalamnya berusaha menutupi. Dalam posisi ini wanita dan pria ini sama-sama berusaha menjaga keutuhan mereka. Cinta ini begitu hebat.

Pada akhirnya sesuatu yang dipertemukan bukan juga untuk di takdirkan. kita masih sama-sama berjuang hingga Tuhan memberikan pilihan “Bertahan atau tinggalkan “.

 

Kopi Hitam Pekat

images

sumber : Tumblr

Aku sedang duduk menghadap jendela di sebuah cafe yang sedang diguyur hujan sambil menikmati alunan lagu Coldplay yang judulnya “everglow “ . Sebentar, aku sedang mengingat-ingat apa yang sedang kupikirkan sekarang. Oh iya, tentang seorang gadis yang menyukai hujan. Gadis manis yang pernah membuatku jatuh cinta lewat percakapan hangatnya beberapa waktu lalu, tetapi belum cinta itu bersambut –maksudku bertemu– tiba-tiba dia pergi dengan seseorang yang kukenal dengan baik.

Di hadapanku kini secangkir kopi flores pahit tergeletak tak berdaya. Kupastikan barista cafe ini masih mengingat pesananku dulu, bodohnya kali ini aku lupa mengingatkannya untuk tidak lagi melakukan hal ini. Tapi biarlah, kucatat barista itu sebagai pengingat yang baik.

Perempuan itu…

Mungkin aku sedang merindukannya kini.

 

Ah tidak, tidak mungkin. Bagaimana aku bisa merindukannya, sedangkan aku bertemu juga tahun lalu, lagipula aku tidak pernah lagi menemuinya dijakarta. Cinta memang bisa selucu itu.

Lalu apa maksudku menulis cerita ini? Anggap saja aku ingin menuliskan hal yang sudah aku lupa.

 

Aku sudah lupa bahwa pernah mencintainya. Iya, pernah, tetapi pekerjaan menyenangkan itu sudah tidak pernah kulakukan lagi.

“Hei, hujannya udah reda, pulang yuk.” Tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunanku. Aku hampir lupa bahwa aku sedang duduk berdua bersamanya.

“Oh iya, yuk.” Aku mengatakannya sambil mengaduk secara asal kopi floress yang belum kuminum sama sekali.

Dia tertegun melihatku. “Eh, itu kok kopinya kamu tinggalin? Kan belum diminum, dibungkus aja.”

“Kan kamu ngajak pulang barusan. Oh iya lupa, yaudahlah biarin ditinggal aja. Lagipula udah dingin juga,” jawabku begitu aja.

Sebentar biar kuralat, baca ulang kalimat yang ku ucapkan di atas menjadi.

“Biarkan saja, bukankah hidup itu ada yang menetap dan ada yang pergi?”

Dari itu aku belajar, bahwa “ kehilangan mengajarkan kita betapa berharganya yang kita miliki , Sebelum hal buruk itu terjadi yang harus kita lakukan adalah menjaga dan memperbaiki diri ~

 

Tak lagi sama

tumblr_nvn9nmbcgD1rcshteo1_250

Sumber : tumblr

 

Rasa takut kehilangan ini menyeruak di batinku lagi. Kukira, kekhawatiran ini hanyalah manipulasi yang dibuat pikiranku sendiri. Sore ini, seminggu lalu, aku menjemputmu di kantor dan kudapati kamu sedang mengobrol bersamanya dengan tatapan yang tak biasa. Namun sekarang, debar jantung ini yang berpacu cepat.

Di meja bundar cafe ini, aku, kamu, dan dia duduk melingkar dan mulai menghiraukan tarian gemulai uap kopi yang sangat menggoda untuk dinikmati. Kita bertiga sama-sama sibuk. Aku yang bertopang dagu dengan diam yang berisi keringat dingin dan prasangka buruk, dan kalian dengan topik obrolan pekerjaan yang dibahas layaknya teman lama.

Terkadang semesta mengajarkan kita untuk bisa lebih menerima apa yang terjadi saat rencanamu gagal. Besar dari semua usahamu mengantarkan pada saat kita merasa lelah, iya aku dan kamu lelah saat sama-sama ego kita sangat besar.

Tak lagi sama saat semua apa yang kau rencanakan pudar bagai angin kencang saat musim penghujan tiba. Iya dari situlah kamu akan mengerti bahwa hujan terkadang tak berpelangi.

Hujan tak berpelangi mengajarkan aku dan kamu bisa sama- sama menerima akan suatu keputusan . Semoga keputusanmu menjadikan kita belajar bahwa terkadang yang tak perpelangi kelak akan menceritakan bahwa hubungan kita yang baik ~

Bisa dengan cara apapun kau tak dapat mengerti seperti yang tak terlihat pada umumnya. Kau hanya melihat dia dengan sebatas tampilan luarnya, kau tak dapat melihat asli yang ditunjukan seperti sehari- harinya.

Namun harapan sering menjadikanmu gemar menipu diri dengan keindahan-keindahan yang semu. Harapan secara tidak sadar menjebakmu dengan membuatmu terlena dan percaya apa yang kau kira memang benar adanya. Akan ada banyak hal yang seolah-olah dapat digenggam dan dimiliki ketika terpejam, merupa sebuah dunia rekayasa yang dapat kaukendalikan sesuka hati seperti pesawat terbang. Tetapi ketika membuka mata perlahan, semuanya hanyalah seonggok sepi yang mengembalikanmu meratapi diri, dan pesawat yang kau kendalikan dalam pejam tak lain hanya ilusi yang mempermainkan hati.

Maka dari itu aku menarik kesimpulan bahwa itulah alasan mengapa kebanyakan orang lebih baik memendam harapannya. Harapan yang lama kelamaan bertransformasi menjadi cinta adalah sesuatu yang patut dinikmati dan syukuri. Sebab, cinta ialah anugerah. Tetapi kurasa kau harus setuju denganku bahwa cinta itu rahasia harus diungkapkan bersama logika tanpa pandang malu, gengsi, dan alasan lain yang membuatnya terus dipendam.

Waktu yang telah kita lalui Buatmu jadi lebih berarti Luluhkan kerasnya dinding hati Engkaulah satu yang aku cari.

Meski Tak Lagi sama kaulah yang aku cari ~

Mau sampai Kapan

Mau sampai Kapan

Sumber : Tanpakendali

Mau sampai Kapan ~

Mendengar kalimat ini bisa dibilang sangat datar, classic, penuh resah, bimbang dan tak pasti. Terkadang semesta memang memberikan ketidakpastian dalam dunia ini, apalagi soal hubungan atau bisa dibilang Relationship.

Saat kita berbicara soal hubungan aku pernah melihat salah satu kisah dari teman saya, yang sering curhat tentang masalah hubungan, Rumit sih mendengar curhatan teman saya ini, tapi dengan pikiran aku coba memberikan pundak dan telinga saya untuk mendengarkannya ~

Saat itu teman aku sedang menerka-nerka akan esok hari mau dibawa kemana hubungan ini, seolah pertanyaan itu langsung membuat aku tergugah untuk menulis pada malam ini.

Sebab pada dasarnya manusia hanya manusia biasa, yang terkadang tak pernah tahu kapan semesta membuka kotak kejutan dalam sebuah hubungan ( Relain –ship )

Nah ini sedikit tip dari aku saat kalian juga mengalami sedikit masalah tentang hubungan yang tak tahu pasti akan dibawa ke mana dalam hubungan kalian :

Coba tanya pada diri kamu sendiri, apakah dia memang terbaik buat kamu ?Maksudnya gini, jika memang dia yang terbaik harusnya dia juga kasih harapan akan masa depan dalam proses hubungan kalian, Ga Cuma mau ngasih penjelasan ke dia kayak gini   “ Jalanin aja dulu hubungan ini akhirnya berubah menjadi pertanyaan

“ Mau Sampai Kapan “

 

Minta kepastian – maksudnya gini, dalam hubungan memang ga harus langsung menanyakan soal finish line dalam mengakhirinya, hubungan cinta itu bukan melulu soal tentang mengejar hasil akhirnya, tapi tentang bagaimana kamu menjalani dan sangat menghargai prosesnya.

Optimis , -mendengar kata optimis memang harusnya jadi lebih semangat dong dalam hubungan yang kalian jalanin ~ maksudnya gini kalian harus optimis sama hubungan kalian saling memberi semangat satu sama lain pasti akan memberikan angin segar dalam hubungan kalian.

Tulus -berbicara soal tulus kalo menurut kamu apa ? kalo versi aku kayak gini “ simpelnya gini, Sayang. Kalo yang kamu lakuin itu memang tulus, jika apa yang kamu lakuin itu tulus kamu akan bahagia dengan pasangan yang kamu pilih. Karena pada dasarnya cinta itu pamrih, cinta itu berdua bukan sendiri, coba berhenti menjadi naif dan cobalah untuk realitis. ,

Nah mungkin ini sedikit  beberapa yang aku kasih saran ke teman saya, karena sebagai teman yang baik aku sangat resah melihat teman aku masih galau kejebak dalam hubungan, tapi inget sebagai temen kamu bisa jadi sosok teman yang baik, tau batas diri dan menjaga kepercayaan teman ~

Jadi kalo kalian punya cerita teman kalian yang masih punya masalah soal Realitionship bagi cerita dong di kolom coment ~

Aku terdiam beberapa saat. Ternyata cape juga ngomong bener..

 

Untuk kamu yang berikutnya

clover_green_favim_com_664086_by_naziha94-d5zo8xk

Sumber : naziha94.deviantart

Perihal hari-hari kemarin yang berisi langkah kaki pencarian melelahkan, mengembalikan keyakinan yang sempat hancur untu kembali utuh, dan memantapkan arah hati untuk menuju. Pada akhirmya kita akan menemukan titik untuk berhenti.

Mungkin kamu sedang menerka-nerka esok hari akan jatuhkan hatimu dengan pasrah pada siapa. Sebab kamu – seperti manusia biasa pada umumnya tak pernah tahu kapan semesta membuka kotak sejuta yang berisi jawaban dari rahasia waktu.

Siapkah kamu tanpa paksaan mengkehendaki hatimu untuk berhenti kepadaku dan tak pernah sudi membaginya kepada siapa pun, selain aku ? ,

Siapkah kamu tersenyum iklas saat takdir mempertemukan kita nanti hingga ribuan hari setelahnya kita bertukar senyum ketika hela napas terakhir salah satu dari kita direnggut oleh ujung usia ?

Siapkah kamu untuk tidak menyakiti, mengkhianati, dan mengecewakan kita ?

Siapkah kamu untuk menjatuh cintakan kita berkali kali sampai waktu mengerahkan usaha terakhirnya untuk memisahkan kau dan aku ?

Siapkah kamu membuat Tuhan menggelengkan kepala melihat betapa gigih perjuangan kamu dan aku dalam mempertahankan kita ? ,

menabahkan dada yang rindu, sampai suatu saat muncul sebuah batas, tapi apakah kamu bersedia menyanggupi diri untuk tidak menghiraukan batas itu ? ,

Siapkah kamu untuk meniadakan kehilangan atas rasa kita ? ,

Untuk kamu yang berikutnya, semoga jatuh cinta padamu adalah jawaban dari pertanyaan tentang pertemuan apa yang tidak memiliki penyesalan ~>