Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Sampai kapan mencari yang terbaik

tumblr-love-photography-151
sumber : https://www.tumblr.com/tagged/bacardi-151

Secangkir kopi aceh gayo panas baru saja kuseruput pelan penuh penghayatan, dengan harapan kepenatan kepalaku luruh dan reda. Kemudian aku menyalakan sebatang rokok mild dan mengisapnya dalam-dalam dengan satu hela napas panjang.

Kuperhatian keadaan sekitar cafe lecker ini dan menemukan pemandangan banyak orang yang datang berpasang-pasangan bersama kekasihnya. aku tersenyum getir, ketika kedua mataku tidak sengaja melihat sepasang kekasih yang saling bertatapan mesra, tiba-tiba saja sebuah pertanyaan menohok terlintas di kepala.

Sampai kapan mencari yang terbaik?

Sejujurnya, kalimat itu cukup mengganggu. Membuatku berpikir dan introspeksi diri. Ketika aku merasa sudah cukup lama mencari seseorang yang bisa dan bersedia kuajak berbagi berbagai hal. Tetapi hingga detik ini pun hasilnya masih nihil.

Sayangnya, kita tidak bisa memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta kelak. Dan seandainya saja, seandainya, orang yang kita cintai pun mencintai kita juga. Sesederhana itu.

Ya, seandainya saja.

Kupikir jatuh cinta itu sederhana. Ketika merasa jantung kita berdebar sebegitu kencangnya dan muncul kehadiran rasa hangat yang menjulur di dada ketika melihat seseorang yang spesial, dan hal itu melahirkan rasa bahagia yang aneh di dalam hati. Tetapi ternyata kenyataannya tidak selalu begitu bila dilihat lewat ‘kacamata’ pasangan, banyak yang diperhitungkan. Mulai dari kriteria, kecocokan, kenyamanan, dan hal lainnya. Semuanya menjadi rumit.

aku mulai merenungi sebuah cara yang biasa digunakan untuk menemukan belahan jiwa, atau katakanlah pasangan. Tidak bisa dipungkiri dan dimunafikan, selama masa lajang kita pasti menginginkan pasangan yang terbaik –dan sempurna, kan? Kita mencari seseorang itu lewat berbagai macam proses pendekatan dengan sekaligus banyak orang, dan menyeleksi mereka satu per satu. Dari satu orang, ke orang lainnya. Terus begitu sampai kita menemukan dia yang terbaik.

Tapi pada akhirnya aku menyadari, ketika kita dekat dengan banyak orang dalam harapan dan tujuan mendapatkan yang terbaik lewat melihat cara dan kesungguhan mereka berjuang, sesungguhnya kita tidak benar-benar mencari, tetapi kita berjudi.

sedikit beberapa contoh yang menurut aku alami dan melihat curhatan-curhatan tmn2 aku cekidot :

1. Berjudi dengan menjadikan mereka pilihan.

Bayangkankanlah seorang penjudi yang mempertaruhkan uangnya habis-habisan demi mendapatkan uang yang lebih banyak -yang belum tentu didapatkan. Seperti itulah kesamaannya dengan posisi orang-orang yang berjuang mendapatkan hatimu. Dan kamu adalah bandar judi yang menjudikan hati mereka.

cincinatti-kid

Dalam proses penyeleksian itu, mereka yang kamu beri kesempatan berusaha memberikan apa yang kamu ingin dan butuh; perhatian, waktu, dan kasih sayang (yang tentunya masih dalam batas tertentu). Mengorbankan apa yang dia miliki dengan harapan mereka dapat mengenalmu lebih jauh luar-dalammu dan memilikimu.

Namun sadarkah kamu dengan cara itu kamu malah menjadi lebih sulit fokus menentukan pilihan siapa yang terbaik? Ketika kamu dekat dengan yang pertama dan  fokus dengannya, tetapi kamu tidak menemukan yang kamu cari. Lalu kamu berpaling dengan yang kedua, berusaha fokus dengannya, tetapi ternyata kamu juga tidak menemukan yang kamu cari. Setelah itu kamu mencoba dekat dengan yang ketiga dan berusaha fokus dengannya, tetapi kamu tak kunjung menemukan yang kamu cari. Kamu tidak menemukan ‘dia yang terbaik’ di antara mereka.

Jika direnungi, sebenarnya kamu hanya berjalan dan berputar di dalam lingkaran, tidak menemukan titik henti di mana kamu menetap di situ dalam jangka waktu yang lama, bahkan selamanya. Iitu semua jelas terjadi karena kamu terus menerus mencari, belum merasa puas dan cocok pada satu orang.

2. Kamu malah mempersulit diri sendiri dengan proses tersebut.,

Dan mungkin kamu tidak pernah memikirkan ada bagian yang menyakitkan dari proses seleksi itu, yang dirasakan pada orang-orang yang tidak terpilih. Mereka yang sudah memberikan hampir segalanya padamu, berusaha menjadi yang terbaik dalam kesempatan yang kamu berikan, dan ternyata pada akhirnya kamu meninggalkannya, atau hanya kamu jadikan teman.

Memang cinta itu harus diperjuangkan dan perlu pengorbanan, ‘kan? Tetapi dengan cara itu, dengan menjadikan mereka pilihan, dengan menyeleksi mereka, hanya akan menghancurkannya. Pada momen ketika mereka menyatakan perasaannya padamu, dan kamu menolaknya. Itu akan mengecewakan hati mereka yang berharap besar dapat memilikimu.

Bayangkan jika ternyata salah satu dari mereka sungguh-sungguh mencintaimu. Bayangkan bagaimana hancurnya hati mereka yang telah memperjuangkanmu. Bayangkan ketika mereka tau ternyata selama ini kamu menjadikannya pilihan… ,

3. Bayangkan jika kamu berada di posisi mereka.

Mengapa tidak fokus dengan satu orang saja? Meskipun dia banyak kekurangannya, bukankah cinta seharusnya saling melengkapi satu sama lain? Bukankah cinta itu saling memperbaiki satu sama lain? Bukankah lebih menyenangkan mencapai sesuatu dengan seseorang yang bersedia menemanimu sejak mendaki hingga berada dipuncak?

Yang terbaik adalah dia yang selalu berusaha memperlakukanmu dengan baik.

Selama dan sejauh apapun kamu mencari yang terbaik atau sempurna, kamu takkan menemukannya jika kamu tidak pernah puas, bersyukur, dan yakin pada satu orang.

Pada akhirnya, seseorang yang kamu cari itu sebetulnya telah ada, di antara mereka yang telah kamu sia-siakan.

 

 

Advertisements

16 thoughts on “Sampai kapan mencari yang terbaik

  1. Hm… demikian ya, Mas… harus ada elemen bersyukur juga dalam setiap pencarian. Memang fitrah manusia untuk mencari yang terbaik baginya, tapi mungkin akan ada satu titik ketika kita merasa “inilah dia” dan semua pencarian itu harus diakhiri…
    Ah, cakap apa saya ini? :hehe.

  2. pernah kepikiran, mungkin ngga sih orang yang aku cari sebenarnya ada diantara orang-orang yang sudah aku sia-siakan ? Dan pas baca tulisan ini tiba-tiba teringat pikiran itu lagi…

  3. Fitrahnya cewe menyeleksi Dan aku mungkin adalah bagian dari yang mereka sia2kan. Sampai saat ini baik yang di seleksi dan yang ditemukan setelah dicari mmng belum ada yang bisa membuat hatiku berkata “dialah orangnya”
    So Sabar ajah, mungkin Tuhan sedang menyekolahkan dia terlebih dahulu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s