Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Tentang Hati

broken_heart_by_alicat2011-d3cg2wx
sumber foto ; actlikeaman

Saat aku menulis ini jam dinding menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh malem. Waktu akan terasa lama bagi mereka yang menghitung detik demi detik yang bergulir, sedangkan kehidupan akan terus berjalan tanpa memedulikan arah jarum jam.

Apa kau tau sebuah rahasia semesta? Mungkin kau tak pernah terpikir oleh hal ini, Ketika kau mencari seseorang seperti yang kau pikirkan, seperti keinginan atau khayalanmu. Dan itu membuatmu lelah, membuatmu tertatih, membuatmu memetakan perasaanmu sendiri pada setiap orang yang kau temui, membuatmu merasa kedua kakimu telah berjalan sangat jauh, namun kau tak menemukan apapun selain kosong setiap kali kau ingin mencintai seseorang.

Jatuh cinta itu perihal kepercayaanmu mengikuti hati, bukan ekspetasi.

aku percaya saat jatuh cinta, kita akan merasakan perasaan yang aneh, perasaan yang asing, namun terasa menyenangkan. Setiap kali kau menatap matanya, binar matamu terang seperti mentari pagi yang ranum menyinari bumi. Jantungmu akan berdebar seperti berpuluh-puluh kuda yang berlari dalam lintasan pacuan. Dan hatimu akan mengirim sinyal pada otakmu tentang sebuah rasa hangat yang mengalir, dan pikiranmu -meskipun dengan segala cara- takkan bisa menepisnya.

Cinta itu ketika kau tak punya alasan untuk menyangkal, menolak, dan membohongi diri sendiri bahwa kau memikirkannya.

Kau takkan bisa menyangkan pernyataanku barusan, akui saja.

Dan aku? aku tak mempunyai alasan lain untuk menepis pernyataanku. Cinta itu absolut, seperti sesuatu yang diberikan Tuhan dan kau tak mempunyai alasan menolaknya, selain menikmatinya. Namun yang jadi permasalahannya adalah apakah kau menikmatinya berdua atau sendiri? Karena tak semua cinta itu berbalas, seperti halnya memberi, tak semua orang ingin menerima.

Sejujurnya, aku sudah lelah mencari jawaban perihal kalimat tanya pertama pada paragraf kedua. Kini aku berhenti dan mengistirahatkan hati, dia sudah lelah dengan keinginan tuannya. Kurasa, sudah saat kita berhenti dan istirahat sejenak.

Sebaiknya jangan terlalu lama fokus menatap ke depan untuk mencari, kadang kau akan menemukannya di belakang atau di sampingmu.

aku menganalogikan ‘mencari seseorang yang membuatmu jatuh cinta,’ seperti halnya kita mencari sesuatu yang hilang. Mencari serpihan atau bagian yang hilang pada hati, agar terlengkapi. Ketika kau merasa sudah terlalu jauh melangkah ke depan untuk mencari sesuatu yang hilang dan kau tak menemukannya, bukankah sebaiknya kau berhenti sejenak dan melihat ke belakang atau ke sampingmu? Mencari di sekitar situ dengan jeli, dan mungkin kau akan menemukannya.

Yang tidak kau sadari adalah, kau mencari dengan kedua matamu, namun tidak dengan satu hatimu. Kita bisa saja keliru jika kau mencari bagian yang hilang dengan mata, bukan dengan hati. Seharusnya kita terpejam, merasakan suara hati atau mengikuti arah ke mana debar jantungmu hinggap. Biarkan kedua kakimu dituntun oleh keduanya. Jatuh cinta sebaiknya begitu. Mendengarkan kata hati tanpa alasan, bukan ekspetasi dari pikiran.

Jika sudah namun kau tak menemukannya, mungkin memang belum saatnya. Sesuatu yang hilang tidak selalu dapat kau temukan lagi, terkadang kau harus mencari sesuatu yang baru untuk hatimu, tentunya dengan cara yang telah kujelaskan sebelumnya.

Hati seperti arus sungai, dan kau seperti sebuah benda yang mengapung di atasnya. Kau (seharusnya) akan mengikuti arusnya hingga kau sampai di muara, tempat kau berhenti.

aku percaya, ketika kita jatuh cinta pada seseorang tanpa alasan, itulah jatuh cinta yang sebenarnya.

 

Advertisements

5 thoughts on “Tentang Hati

  1. keren kalimatnya Sebaiknya jangan terlalu lama fokus menatap ke depan untuk mencari, kadang kau akan menemukannya di belakang atau di sampingmu. ijin ya di copast heheh

  2. Kadang tanpa alasan itu sudah cukup sekali. Sesederhana itu ya, Bro. Yah, orang itu adalah orang yang bisa membuat kita merasa bernilai :)).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s