Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Melampaui Hati Sendiri

melampaui hati sendiri
Sumber : Tumblr

Meski selalu ada kemungkinan, hati seringkali kalah akan kegoisan diri sendiri untuk bertahan pada sebuah jatuh yang membuat pemiliknya lupa bagaimana cara tersenyum. Sampai saat ini, aku masih ingat beribu-ribu hari yang lalu, Melampaui hati sendiri mengubah semua warna menjadi terang.

Melihat bagaimana Melampau hati sendiri menyita seluruh kewarasan, bagaimana rasanya jika bisa memenangkan hati sendiri sebelum mengalahkan hati orang lain. habis keinginan untuk hidup, dan bagaimana melampaui hati sendiri membuat seseorang betah menikmati indahnya berbagi Hati karena satu hal melawan ke egoisan diri.

Aku selalu bertanya-tanya mengapa semesta selalu sepihak mempertemukan dan memisahkan? Tak adakah kita memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri? Apakah Tuhan seperti anak kecil yang sedang belajar bermain catur? Dan kita, adalah bidak catur yang harus memilih langkah sendiri dan sesekali mengais bahagia serta petunjuk agar selalu baik-baik saja dengan kalimat-kalimat penuh permohonan.

Andai kata Melampaui Hati sendiri bukan pilihan yang harus dipilih, pada akhirnya itu selalu terjadi tanpa pernah bisa sadari. Kita harus pasrah ditikam kejamnya keegoisan diri, kehilangan yang pada awalnya hanya anak-anak harapan yang lugu. Kemudian kita menjahit luka satu per satu dengan air mata sebagai jarumnya, dan ikhlas yang menjadi benangnya. Melukis senyum palsu untuk semua orang di dunia ini di depan cermin sambil berusaha keras agar kelopak mata tidak terjadi hujan badai yang membanjiri pipi. Dan berusaha terlihat tegar dan ceria dengan sisa-sisa tabah dalam tubuh yang ringkih hampir hancur.

Aku telah sadar dan banyak belajar dari waktu yang tak pernah pamrih menuntun hatiku singgah pada hati seseorang. Bahwasanya genggaman tangan bisa terlepas kapan saja. Pelukan erat tak menjadi jaminan bahwa tak ada celah untuk lengan lain yang menunggu kesempatan menggantikan. Bekas bibir dari ciuman-ciuman lembut penuh luruh pengkhayatan yang luhur nyatanya tak bisa menjadi stempel bukti untuk hati dapat selamat dari perpisahan. Bahkan, nikmatnya proses senggama pun tak selalu mampu membuat sepasang hati menepati kesetiaan yang telah terikat oleh janji lisan yang dahulu bersumpah atas nama cinta yang esa.

Oleh sebab itulah, terkadang aku memilih untuk melampaui hati sendiri tanpa perlu menunggu untuk terkalahnya oleh diri sendiri. Kadang aku memutuskan untuk tidak mengutarakan perasaan pada ia yang kucintai, dan merelakan senyum bahagianya diciptakan orang lain. Kadang aku menikmati tawanya yang membahana memunggungiku. Kadang aku membodohi rindu dengan berpura-pura telah lupa nama ia yang selalu kusebut dalam doa.

Kadang aku hanya membiarkan jatuh cinta berlalu begitu saja sampai waktu mengantarkanku pada kesempatan berikutnya.

Atas nama roda kehidupan yang selalu berjalan. Menghilanglah dalam kesunyian, setelah itu belajar untuk menemukan yang ingin menemukanmu. Berteriaklah dengan sangat kencang, agar pedih menemanimu menikmati duka yang lantang. Berdiamlah layaknya sekarat, supaya kau mendengar debar jantung yang hampir mati dan isi hati yang berbisik tak berdaya menagih perihal rasa-rasa yang dibunuh paksa. Lampauilah hatimu dengan yakin, lalu kau belajar lagi untuk menyambungnya dengan harapan dan doa untuk dirimu sendiri. Nikmatilah getir yang terkecap di seluruh tubuhmu, kemudian tempa ketabahan dengan luka agar kau terlahir menjadi manusia baru yang jauh lebih kuat dan hebat.

Melampaui hati sendiri adalah hal yang begitu sempurna.

 

Barangkali, dengan begitu cinta akan lebih sederhana. Saat berhenti sebelum memulai dan melampaui hati sendiri menjadi jalan pintas yang mencegahmu berjudi harapan dan menempuh jalan terjal penuh luka yang ditimbulkan oleh harapan dan kekecewaan pada irama yang bersamaan. Tanpa perlu kau membuang waktu untuk berhenti yang tak perlu di setiap titik-titik kehidupan yang memang harus dilalui.

Meski aku dapat mengatakan bisa melampaui hati sendiri adalah langkah yang benar. Aku hanya menanamkan keyakinan pada jalan ini, semoga pada jatuh cinta berikutnya Tuhan memberi jatuh cinta yang baik, yang mengangkat kesetiaan sebagai penghargaan tertinggi.

Aku percaya, melampaui hati sendiri adalah pemahaman yang tak dapat dibantah bahwa cinta tak selalu berakhir indah, namun percayalah, setelah itu ada kebahagiaan yang menunggu kausambut penuh suka cita.

 

Advertisements

5 thoughts on “Melampaui Hati Sendiri

  1. Doh, bahasa dan diksinya mantap pisan, euy. Menunjukkan bahwa kontemplasi yang dilakukan untuk menelurkan tulisan ini agaknya intens dan sampai ke level pemikiran yang sangat mendalam ya Mas *nebak* :hehe.

    Semua hal yang terjadi pasti dimaksudkan untuk memberi pelajaran pada kita dan menjadikan kita insan yang lebih baik lagi. Sakit, senang, semua itu kok ya kalau menurut saya cuma semacam “baju” pada pelajaran apa yang ada di dalamnya, ya? :hehe. Intinya, semoga kita semua lebih bisa menarik makna dari apa yang ada di dalam semua peristiwa :)).

  2. Hallo Bli.. inikah perasaan hati yang kamu ungkapkan lewat tulisan πŸ™‚
    Bahasanya sangat menyentuh banget, kalau benar kusimpulkan, isi dari tulisan ini yang sedang aku alami juga πŸ™‚
    Tapi aku percaya, Tuhan hanya sedang menguji kesabaran kita untuk menanti apa yang telah dipersiapkanNya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s