Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Seperti Seharusnya

autumn-vintage-nature-landscape-Favim.com-549150_large
Sumber : Favim

Aku masih terus saja berjalan, berjalan menelurusi entah kemana jarum jam akan berhenti. Di satu titik dimana setiap langkah pertama hingga menuju terakhir setiap lara akan menuai bagiamana seperti seharusnya dapat berjalan semestinya.

Namun terkadang apa yang kau rasakan dan lakukan tidak berjalan semestinya, kau tau bagaimana hati dalam menerima dengan iklas tak semudah belajar ilmu teori dalam agama.

Satu hal yang selalu aku ingat, dalam hidup hanya berjalan seharusnya dan kau harus sanggup ketika apa yang di inginkan tak sesuai harapan. Waktu terus berjalan mengiringi langkah kakimu yang tak dapat kau mengerti akan kemana kau mencari sesuatu untuk menenangkan diri. Mungkin hanya hatimu dan Tuhanmu yang dapat mengerti suasana emosianalmu, pahami hatimu pasti ada jalan seperti seharusnya yang engkau inginkan.

Aku di sini bukan berarti menulis untuk mencurahkan apa yang terjadi dalam bulan-bulan ini. Tapi aku hanya berimajinasi di kala aku sudah dia tas normal untuk menyelesaikanny sendiri.

Hitam dan Putih yang ada di dunia ini, kau dan aku tak bisa menyelesaikan secara nalar, namun harusnya kalo kita berpikir tidak secara logika saja pasti ada yang jalan keluar yang aku dapatkan.

Berjalanlah seperti seharusnya, ambil cahaya cinta tuk terangi jalan kita
Lupakan sejenak tinggalkan ini, aku kan tenang dan kau bahagia.

Atas nama segala roda kehidupan dari jiwa yang nyaris tumbang dan tanpa cahaya akibat terbenam dalam hitamnya dunia tanpa harapan. Mengikhlaskan masalah ini ialah perbuatan yang sangat yang harus dilakukan demi mengalahkan kehendak hati untuk kebaikan di hari esok.

Seharusnya aku berdamai dan memahami yang sedang aku alami.

Biarkan semua seperti seharusnya

Advertisements

4 thoughts on “Seperti Seharusnya

  1. Kesannya semacam berpasrah karena sudah mencoba seluruh jalan tapi ujungnya selalu pintu awal tempat masuk tadi, jadi serasa terjebak begitu ya, Mas? Ah, semoga jalan keluar itu cepat didapatkan. Menurut saya, kadang jika semua pintu sudah habis, yang perlu dilakukan adalah mendobrak tembok–siapa tahu ada bagian yang tipis yang dapat didobrak untuk dijadikan jalan keluar :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s