Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Mau sampai Kapan

Mau sampai Kapan
Sumber : Tanpakendali

Mau sampai Kapan ~

Mendengar kalimat ini bisa dibilang sangat datar, classic, penuh resah, bimbang dan tak pasti. Terkadang semesta memang memberikan ketidakpastian dalam dunia ini, apalagi soal hubungan atau bisa dibilang Relationship.

Saat kita berbicara soal hubungan aku pernah melihat salah satu kisah dari teman saya, yang sering curhat tentang masalah hubungan, Rumit sih mendengar curhatan teman saya ini, tapi dengan pikiran aku coba memberikan pundak dan telinga saya untuk mendengarkannya ~

Saat itu teman aku sedang menerka-nerka akan esok hari mau dibawa kemana hubungan ini, seolah pertanyaan itu langsung membuat aku tergugah untuk menulis pada malam ini.

Sebab pada dasarnya manusia hanya manusia biasa, yang terkadang tak pernah tahu kapan semesta membuka kotak kejutan dalam sebuah hubungan ( Relain –ship )

Nah ini sedikit tip dari aku saat kalian juga mengalami sedikit masalah tentang hubungan yang tak tahu pasti akan dibawa ke mana dalam hubungan kalian :

Coba tanya pada diri kamu sendiri, apakah dia memang terbaik buat kamu ?Maksudnya gini, jika memang dia yang terbaik harusnya dia juga kasih harapan akan masa depan dalam proses hubungan kalian, Ga Cuma mau ngasih penjelasan ke dia kayak gini   “ Jalanin aja dulu hubungan ini akhirnya berubah menjadi pertanyaan

“ Mau Sampai Kapan “

 

Minta kepastian – maksudnya gini, dalam hubungan memang ga harus langsung menanyakan soal finish line dalam mengakhirinya, hubungan cinta itu bukan melulu soal tentang mengejar hasil akhirnya, tapi tentang bagaimana kamu menjalani dan sangat menghargai prosesnya.

Optimis , -mendengar kata optimis memang harusnya jadi lebih semangat dong dalam hubungan yang kalian jalanin ~ maksudnya gini kalian harus optimis sama hubungan kalian saling memberi semangat satu sama lain pasti akan memberikan angin segar dalam hubungan kalian.

Tulus -berbicara soal tulus kalo menurut kamu apa ? kalo versi aku kayak gini “ simpelnya gini, Sayang. Kalo yang kamu lakuin itu memang tulus, jika apa yang kamu lakuin itu tulus kamu akan bahagia dengan pasangan yang kamu pilih. Karena pada dasarnya cinta itu pamrih, cinta itu berdua bukan sendiri, coba berhenti menjadi naif dan cobalah untuk realitis. ,

Nah mungkin ini sedikit  beberapa yang aku kasih saran ke teman saya, karena sebagai teman yang baik aku sangat resah melihat teman aku masih galau kejebak dalam hubungan, tapi inget sebagai temen kamu bisa jadi sosok teman yang baik, tau batas diri dan menjaga kepercayaan teman ~

Jadi kalo kalian punya cerita teman kalian yang masih punya masalah soal Realitionship bagi cerita dong di kolom coment ~

Aku terdiam beberapa saat. Ternyata cape juga ngomong bener..

 

Advertisements

7 thoughts on “Mau sampai Kapan

  1. Tetiba keinget tmn kuliah yg pcrn dr SMA smp sekarang blm menikah2 juga. Belasan tahun pacaran.
    Mau nanya “kapan” pasti engga sopan.
    Tp kdg kepo “knp org lain kuat pacaran belasan tahun begitu?!” Ibarat klo ambil KPR bentar lagi mah lunaaas.

  2. “Karena pada dasarnya cinta itu pamrih, cinta itu berdua bukan sendiri, coba berhenti menjadi naif dan cobalah untuk realitis”

    SUperrrrr bangett ini kalimatnya… kirain kamu cape ngomomg “maksudnya gini” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s