Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Kopi Hitam Pekat

images
sumber : Tumblr

Aku sedang duduk menghadap jendela di sebuah cafe yang sedang diguyur hujan sambil menikmati alunan lagu Coldplay yang judulnya “everglow “ . Sebentar, aku sedang mengingat-ingat apa yang sedang kupikirkan sekarang. Oh iya, tentang seorang gadis yang menyukai hujan. Gadis manis yang pernah membuatku jatuh cinta lewat percakapan hangatnya beberapa waktu lalu, tetapi belum cinta itu bersambut –maksudku bertemu– tiba-tiba dia pergi dengan seseorang yang kukenal dengan baik.

Di hadapanku kini secangkir kopi flores pahit tergeletak tak berdaya. Kupastikan barista cafe ini masih mengingat pesananku dulu, bodohnya kali ini aku lupa mengingatkannya untuk tidak lagi melakukan hal ini. Tapi biarlah, kucatat barista itu sebagai pengingat yang baik.

Perempuan itu…

Mungkin aku sedang merindukannya kini.

 

Ah tidak, tidak mungkin. Bagaimana aku bisa merindukannya, sedangkan aku bertemu juga tahun lalu, lagipula aku tidak pernah lagi menemuinya dijakarta. Cinta memang bisa selucu itu.

Lalu apa maksudku menulis cerita ini? Anggap saja aku ingin menuliskan hal yang sudah aku lupa.

 

Aku sudah lupa bahwa pernah mencintainya. Iya, pernah, tetapi pekerjaan menyenangkan itu sudah tidak pernah kulakukan lagi.

“Hei, hujannya udah reda, pulang yuk.” Tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunanku. Aku hampir lupa bahwa aku sedang duduk berdua bersamanya.

“Oh iya, yuk.” Aku mengatakannya sambil mengaduk secara asal kopi floress yang belum kuminum sama sekali.

Dia tertegun melihatku. “Eh, itu kok kopinya kamu tinggalin? Kan belum diminum, dibungkus aja.”

“Kan kamu ngajak pulang barusan. Oh iya lupa, yaudahlah biarin ditinggal aja. Lagipula udah dingin juga,” jawabku begitu aja.

Sebentar biar kuralat, baca ulang kalimat yang ku ucapkan di atas menjadi.

“Biarkan saja, bukankah hidup itu ada yang menetap dan ada yang pergi?”

Dari itu aku belajar, bahwa “ kehilangan mengajarkan kita betapa berharganya yang kita miliki , Sebelum hal buruk itu terjadi yang harus kita lakukan adalah menjaga dan memperbaiki diri ~

 

Advertisements

5 thoughts on “Kopi Hitam Pekat

  1. Kalau sudah lupa kenapa masih diingat-ingat ya… ah tapi, memang kadang memori itu datang tanpa diperintah, seperti sebuah percikan api yang terasa panas barang sesaat. Tinggal apakah rasa panas itu tetap terasa karena diingat, atau terlupa karena bagaimanapun, yang mengenai kulit cuma sebuah percikan :hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s