Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Nikmatilah patah hati, sebelum jatuh cinta lagi

img_20160923_132233
Sumber foto IG : gu9umm

Sekilas tak ada yang istimewa dengan kalimat ini, Nikmatilah patah hatimu sebelum jatuh cinta lagi . Kalimat yang keluar dari tweet  Namun ada arti yang dalam, tajam, menusuk nalarku yang hampir karam.

Pertama mendengar kalimat tanya ini ? Membuat kita untuk bisa jauh lebih intropkesi diri.
Bahwasannya kita hanya manusia biasa yang tak luput dari namanya patah hati.

Kalimat itu terus terngiang-ngiang di benakku saat kamu beranjak dari meja ini meninggalkan secangkir long black coffee yang uapnya masih mengepul, setengah bungkus rokok Camel Purple yang mengonggok di tepi meja, dan pernyataan bahwa kamu akan pergi  karena perbedaan agama yang kita jalani. Menggantungkan pahit di balik raut wajah yang berusaha terlihat biasa-biasa saja. Aku tidak tahu ini perang dingin untuk kali ke berapa  dengan masalah yang masih sama. Tidak ada adu mulut yang melibatkan tarik menarik urat leher, yang ada hanya obrolan dengan kalimat penutup. “Aku ga mau ngebahas itu lagi ya. Kamu udah tau jawaban aku apa.”

Kamu selalu bersikeras dengan pilihanmu yang enggan menikah tanpa koma. Bagimu kompromi hanya akan menghasilkan pernyataan-pertanyaan retorikal. Bagimu pernikahan adalah konsep ikatan yang nantinya membelenggu kebebasanmu untuk melihat keindahan dunia. Buat apa menikah bila kita tetap bisa bersama atau hanya mengikuti norma, tanyamu dengan ekspresi tidak habis pikir tapi penuh kemenangan karena sanggahanku selalu berakhir percuma.

Di sini aku akan mediskusikan beberapa hal apa yang dikategorikan dengan patah hati, Patah hati disini tidak hanya disamakan dengan hanya orang sedah putus cinta.

Tapi aku akan menjelaskan beberapa hal yang lebih luas dengan namanya patah hati.
Hati yang telah patah menurut kamu gimana ? Apa bisa jika patah itu kita bisa sambung lagi,
seperti halnya benang yang sudah putus aja sudah susah kembali untuk diikat lagi. Tapi jika benang itu disambung dengan cara diperbaiki niscaya mungkin akan menyatu kembali.

Itu sedikit contoh yang aku ibaratkan benang, tapi yang aku maksud sekarang bukan tentang benang tadi, banyak hal yang terjadi jika sepasang kekasih mengalami yang namanya mati suri dalam merajut asa. Banyak hal yang bisa terjadi, ketika mereka merasa pura pura bahagia dan merasa hidupnya paling bahagia.

Itu menurut dia, sungguh pura pura bahagia itu sangat tidak menyenangkan ? Pura pura ga kangen aja rasanya nyesek banget ko ya ? Iya ga…

kembali lagi ketopik ada fase dimana seorang menjalani kehidupannya dengan sendiri, bukan bermaksud kita manusia individual karena buat apa kita bergantung sama seseorang jika kita sendiri jauh lebih menenangkan.

Bukannya dalam hidup ada yang datang dan pergi dalam kehidupan, itu hal yang sangat wajar
kita bisa belajar yang datang memberikan banyak canda, tawa, kesedihan entah apapun itu. Yang pergi pun juga banyak memberikan pelajaran, pergi disini pasti meninggalkan sebuah kenangan, iya kenangan adalah algojo yang dapat membuat pelakunya akan teringat kapanpun dan dimanapun momen kita akan terkenang.

Kadang aku berpikir, alasan bodoh macam apa yang membuatku masih bertahan dalam hubungan yang sudah memasuki tahun keenam tapi yang kudapati hanyalah keangkuhan seseorang terhadap pilihannya, kamu. Sempat terlintas dalam benakku untuk mencari seseorang yang setidaknya paham apa yang kubutuhkan, tapi nyatanya tidak semudah orang menasihati dengan kalimat yang menggetarkan hati untuk mengakhirinya. Aku mencintaimu seperti membuat secangkir kopi, sepenuh hati ini menunjukkan bukti, bukan lisan yang melenakan telinga melalui bualan janji.

Tak kusadari, seriak air perlahan mengalir dari pelupuk mataku menuju pipi. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengajak kesadaranku kembali menapak realita, ketika muncul beberapa deretan notifikasi pesan pamit dari pegawai shift malam yang pamit pulang di grup chat yang bertengger di permukaan atas layar ponsel. Ini kali ke sekian mereka sungkan berpamitan langsung kepadaku karena melihat sebegitu menyedihkannya pemimpin mereka. Kini, aku setuju dengan diriku bahwa kesempurnaan yang kamu cari itu tidaklah bermakna bagiku. Sebab hidup ini dinamis, tidak berhenti pada satu titik stagnan yang begitu kamu agungkan. Kita harus berubah untuk benar-benar tahu apa itu tujuan hidup

Setelah aku merenung 1 jam disebuah caffe dan menghabiskan hot chocolate akhirnya aku sadar,

Bahwa Nikmatilah patah Hatimu, sebelum kamu jatuh cinta lagi.

https://twitter.com/Raesaka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s