Berbagi dan Sharing · Riwayat Cerita

Kesempatan Kedua

agnes1-edit
sumber Foto IG : bligum

Seperti halnya hujan, dia selalu jatuh berkali- kali tapi hujanpun tak pernah menyerah ketika jatuh berkali-kali. Belajarlah dari Redanya hujan, kita tak tahu kapan hujan akan datang lagi. Maka dari itu ketika hujan datang tanpa adanya pelangi dari situlah kita tahu mana yang pantas untuk ditunggu, maupun yang tidak pantas ditunggu. Jika memang itu pantas di tunggu, tunggulah dengan sabar, dan jika memang tidak pantas ditunggu ambilah keputusan untuk melawan hujan itu.

Aku yang tak tau kemana angin berembus, dan apa yang tidak bisa aku rasakan. Iya keresahanmu begitu terpancar di dalam sinar mataku. Aku merasakan tapi hanya bisa diam, karena aku sadar tak berhak ingin tahu jauh lebih dalam karena aku tahu ada batas wajarnya.

Kebimbangan yang aku lihat dari sinar matamu, membuatku bertanya apakah benar yang selalu kau sembunyikan itu hanyalah manipulasi hati yang kau selalu pancarkan di dunia ini. Aku tau kamu berbohong sinar matamu ga bisa menipu hati seperti halnya yang ku tahu selama ini kau begitu tenang.

Tetapi kini aku mulai mengerti mengenal kamu jauh lebih dalam, aku berterima kasih sudah diberikan kesempatan untuk yang kedua. Aku tahu aku salah telah menipu hati, betapa marahnya kamu dulu saat aku memperlakukan seperti itu. Tapi aku sadar bahwa ketika kita diberikan kesempatan yang kedua aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Karena aku sadar di luar sana aku buta tanpa arahanmu sekarang. Di dalam hati kadang terpikir aku merasa takut juga bahwa ketika kamu memberikan kesempatan itu lagi hanya akan kamu membalas dendam apa yang pernah ku lakukan.

Dengan pikiran yang tenang aku coba buang pikiran negatif ini, semoga kamu ga membalas apa yang pernah aku lakukan. Satu hal yang selalu aku ingat pada akhirnya ga semua yang kita harapin bisa terwujud dan ga semua yang kita takutkan bakal terjadi.

 

Aku berharap kesempatan yang kedua ini bukan hanya perasaanku aja, aku berharap kamu juga merasakan yang sama. Bukanya dalam menjalin hubungan itu selalu memperbaiki diri, ketika yang satu melakukan kesalahan bukanya kita harus saling mengiangatkan bukan hanya acuh dan duduk diam dan meninggalkan.

Terkadang aku lebih baik di hina dari pada di tinggalkan, karena dengan dihina kita merasa jauh lebih dalam untuk maju ke depan. Tetapi dengan di tinggalkan tanpa sebuah pesan itu hal yang sangat menyakitkan.

Kini aku menunggu dengan sabar sambil melayang-melayang ketika aku salah mengartikan bahwa itu hanya perasaanku saja. Aku sadar kamu sudah bahagia dengan pasanganmu yang baru, aku hanya bisa melihat kebahagaianmu itu pun sudah membuatku bahagia. Mungkin ini hukuman saat aku melakukan nya kepadamu. Tak apa aku mengerti mungkin ini cara Tuhan untuk membuat aku jauh lebih baik lagi. Untuk bisa jauh lebih sabar dalam menghadapi kamu. Aku percaya entah kapan entah tahun kedepan aku selalu menunggumu, biarkan hukum alam ini aku terima dengan perasaan lapang.

Kau beri rasa yang berbeda aku salah mengartikan, terkadang yang kurasa cinta. Tetapi hatiku selalu meninggikanmu terlalu meninggikanmu. Kau terangi jiwaku dan kau redupkan lagi, membuat terjatuh dan terjatuh lagi membuat merasakan yang tak terjadi semua yang terhenti tanpa kuakhiri. Kau buat aku terjatuh untuk kali kesekian karena aku sadar ini hukum alam yang bakal aku terima dengan sabar.

Karena kesempatan kedua itu tidak semua orang bisa mendapatkan, kesempatan kedua yang aku maksud kali ini bisa dengan komunikasi secara pertemanan itu aja bagiku sudah sangat merasa cukup berterima kasih.

Karena aku sadar kesempatan yang diberikan Tuhan tidak akan datang lagi, dengan adanya kesempatan kedua ini aku akan berusaha memperbaiki diri dan masa depan untuk bisa menjemputmu ke pelaminan. Semoga Tuhan memberikan kesempatanya berikutnya, dan hal yang paling terpenting juga kesempatan dari kamu untuk bisa membuka hati untuk aku lagi.

Pada Akhirnya kesempatan kedua itu memang diberikan Tuhan karena Tuhan tahu kita manusia yang tak luput dari namanya masalalu dan kesalahan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s